Ini Dia Tips Memilih Jurusan di Kampus!

Ini Dia Tips Memilih Jurusan di Kampus!

Memiliki pendidikan yang tinggi merupakan impian sebagian besar masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak? Semakin tinggi pendidikan seseorang maka sudah tentu semakin mudah pula mencari pekerjaan. Ilmu pengetahuan dan relasi akan menjadi salah satu daya tarik tersendiri dari pendidikan tinggi yang anda miliki.

Inilah yang membuat kebanyakan siswa berkeinginan untuk melanjutkan pendidikannya ke universitas terbaik di Jakarta atau di kota lainnya seusai lulus dari Sekolah Menengah Atas. Namun, beberapa dari mereka masih bingung mengenai jurusan kuliah apa yang harus mereka ambil. Bahkan, diantaranya memilih jurusan yang tidak sesuai dengan bakat dan minatnya. Sehingga, mereka mengalami penyesalan karena tidak suka dengan segala ilmu pengetahuan yang terdapat di jurusan tersebut.

Oleh karena itu, memilih jurusan di kampus sesuai dengan minat dan bakat merupakan poin tersendiri yang akan membawa Anda pada kesuksesan yang lebih mudah. Sebaliknya, jurusan yang tidak sesuai dengan potensi Anda malah akan membuat Anda malas belajar. Dampaknya tentu saja pada nilai dan pola pikir yang terbentuk. Selain itu, Anda akan lebih sulit mencari pekerjaan karena jurusan tersebut tidak memberikan ilmu yang Anda inginkan.

Lalu bagaimana cara mengenali potensi yang ada dalam diri? Mengenali diri sendiri tentu saja lebih sulit dibandingkan dengan beradaptasi dengan orang lain. Meskipun demikian, bukan berarti hal tersebut menghalangi jalan anda menuju impian. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk membaca tips-tips seputar perkuliahan berikut ini.

Tes Otak Kanan dan Otak Kiri

Jika Anda masih bingung bagaimana cara memilih jurusan di kampus, Anda dapat melakukan tes untuk mengidentifikasi apakah Anda tergolong dalam otak kanan dan kiri. Maksud dari tes ini adalah untuk membuat Anda lebih mengenali hal-hal apa saja yang Anda gemari serta tidak Anda gemari. Jika Anda termasuk dalam otak kiri maka Anda lebih suka hal-hal tentang kebahasaan, kesenian, musik dan lain sebagainya.

Di lain sisi, jika Anda termasuk dalam otak kanan maka Anda tentu lebih menyukai matematika, fisika, kimia dan hal-hal lain yang berhubungan dengan angka. Melalui tes sederhana ini, Anda tentu lebih mudah dalam memilih jurusan perkuliahan apa yang akan Anda ambil.

Berdiskusi dengan Guru Bimbingan Konseling di Sekolah

Bukan rahasia umum bila guru bimbingan konseling di sekolah selalu membuat siapapun takut dan gemetar bila mendengar namanya. Namun, tentu tidak berlaku dalam permasalahan ini. Anda tak perlu risau untuk bertanya mengenai kebimbangan Anda dalam memilih jurusan di kampus. Guru Anda tentu akan merasa senang sebab dapat mengatasi kesulitan siswanya.

Melakukan Survei

Selanjutnya, Anda dapat mengunjungi kampus yang memiliki jurusan yang Anda inginkan. Kemudian, Anda dapat melihat interaksi antara mahasiswa dan kegiatan apa saja yang mereka lakukan. Hal ini akan semakin memperkuat minat Anda akan jurusan tersebut. Selain itu, Anda juga dapat melihat para mahasiswa di jurusan yang lain sebagai pembanding.

Setelah itu, Anda harus memiliki semangat yang tinggi agar dapat diterima sebagai mahasiswa di jurusan yang Anda pilih tersebut. Sebab ada banyak saingan yang ingin mendaftarkan diri di jurusan yang Anda inginkan. Jika sudah menemukan jurusan yang diinginkan, Anda tinggal mencari universitas mana yang akan dimasuki. Caranya bisa melalui website goKampus.com yang memuat berbagai informasi seputar dunia perkuliahan.

Demikianlah informasi mengenai beberapa cara dalam memilih jurusan di kampus yang dapat Anda jadikan referensi seputar dunia perkuliahan.

Memotong Kuku dan Rambut bagi Wanita Haid

Memotong Kuku dan Rambut bagi Wanita Haid

Asslaamu ‘alaikum wa rohmatullahi wa barokaatuh. Bismillah wal hamdulillah wa syukru lillah li ni’matillah laa haula wa laa quwwata illa billah, wa ba’dah. Ikhwaniy fil-llahi rohimakumullah pada kesempatan ini kami akan memberikan satu materi tentang masalah memotong kuku dan memotong rambut bagi wanita haidh.

Memotong Kuku dan Rambut bagi Wanita Haidh

Saya dulu waktu masih kecil sering mendengar orang tua mengatakan seperti ini; “Orang sedang haid itu tidak boleh memotong kuku, tidak boleh memotong rambut. Kalau ada rambut jatuh itu harus disimpan dan nanti dimandikan bareng dengan mandi haid”. Ada lagi saya mendengar juga mereka para orang tua dulu mengatakan seperti ini; “Orang sedang nifas itu ga boleh memotong kuku juga tidak boleh menyisir rambut karena dikhawatirkan rambutnya jatuh”.

Tetapi setelah saya mesantren saya coba mencari tahu dan banyak membaca dalam pasal tentang haid dan nifas, kenyataannya saya tidak menemukannya. Lalu bagaimana dengan apa yang disampaikan orang tua tersebut? Saya tidak bisa menyalahkan dan juga tidak bisa membenarkan sebelum saya berhasil mencari jawabannya yang paling tepat atau paling tidak mendekati benar.

Bolehkah wanita haid memotong kuku atau rambut ?

Mengenai masalah boleh dan tidaknya mengenai perempuan yang sedang haid atau sedang nifas memotong kuku ini terdapat dua versi. Pertama ada yang mengatakan tidak ada larangan justru malah sebaiknya harus memotongnya karena itu adalah bagian dari kebersihan dan kebersihan itu disunnahkan. Yang kedua tidak diharamkan memotong kuku demikian juga dengan memotong rambut atau menyisirnya ketika wanita itu sedang datang bulan atau sedang nifas hanya saja harus dikumbah dengan niat membersihkannya dari hadats haid atau dari hadats jifas.

Adakah Keterangan Boleh dan Tidaknya Memotong Kuku atau Rambut bagi Wanita Haidh dan Nifas

Baik saudaraku semua para pembaca, Terkait dengan masalah tersebut yakni perempuan haidh dan nifas. Jadi mereka perempuan yang sedang nifas atau pun haid itu seyogyanya tidak diperkenankan memotong rambut atau menghilangkannya demikian juga memotong kuku sebelum mereka mandi besar yakni mandi dengan niat menghilangkan hadats haidh atau nifas. Demikian itu kami temukan dalam Kitab Ihyaa ‘Ulumiddin dan kitab fiqih seperti dalam Fathul Mu’iin dan syarahnya i’anah.

Demikian uraian singkat ini semoga manfaat.

Kunjungi : https://www.fiqih.co.id/

Kemungkinan Buruk Jika Anda Memutuskan Gap Year

Kemungkinan Buruk Jika Anda Memutuskan Gap Year

Mengambil gap year dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Keputusan ini juga bisa menjadi tantangan dalam berbagai aspek. Anda bisa melakukan upaya baru apa pun dan mengidentifikasi tantangan yang akan Anda hadapi untuk mempersiapkan cara mengatasi konsekuensi yang akan dihadapi.

Berikut adalah beberapa kemungkinan jika Anda mengambil gap year.

Kehilangan Momentum

Anda mungkin sangat menikmati momen gap year atau jika Anda sudah mulai bekerja, pandangan Anda terhadap sekolah sudah berbeda bahkan bisa jadi Anda mengabaikan rencana Anda untuk melanjutkan sekolah.

Saat akan mempertimbangkan mengambil gap year, tetapkan batasan waktu dan mencoba untuk patuh terhadap ketetapan yang Anda buat sendiri. Menetapkan batas tanggal akhir akan membantu Anda merencanakan langkah selanjutnya.

Selain itu, hanya karena ini disebut gap year, bukan berarti Anda harus mengambil satu tahun penuh untuk beristirahat. Sebaliknya lihat pilihan Anda dan sesuaikan dengan batas waktu yang telah Anda tetapkan.

Anda mungkin melupakan hal-hal yang telah Anda pelajari sebelumnya di sekolah menengah atau materi untuk tes seleksi masuk perguruan tinggi. Otak juga seperti otot yang perlu dilatih. Jika Anda tidak menggunakannya untuk berpikir dalam mengerjakan soal matematika atau bahkan menulis, kemungkinannya Anda akan merasa kaku dan mengalami kesulitan untuk mengejar dari ketertinggalan jika Anda ingin melanjutkan berkuliah. Pertahankan keterampilan Anda dengan tetap berlatih soal atau mengikuti kursus online tes masuk perguruan tinggi.

Kehilangan Bantuan Konselor Sekolah

Saat Anda bertransisi dari sekolah menengah ke perguruan tinggi akan ada saatnya Anda tidak memiliki konselor untuk membantu Anda, kecuali jika Anda mengikuti program kesiapan masuk perguruan tinggi.

Tetap terhubung dengan student counselor di GoKampus dan ambil kesempatan instant approval dari universitas, institut, sekolah tinggi, hingga akademi ternama di Indonesia termasuk Universitas Surabaya (UBAYA).

Selama gap year, jika memang diri Anda berniat untuk tetap aktif mempersiapkan jenjang perkuliahan, hal yang perlu dipersiapkan berupa memantau batas akhir waktu pendaftaran, materi tes seleksi dan mempersiapkan dana kuliah. Jika memang ada hal yang belum mampu Anda persiapkan, berarti Anda harus bekerja ekstra keras agar tidak melewatkan kesempatan berharga tersebut.

Akan Ada Ketidakpastian

Gap year bisa menjadi momen menyenangkan, tapi juga bisa memberikan ketidakpastian yang menyedihkan. Bahkan walaupun Anda sudah merencanakannya dengan matang, akan tetap ada rintangan di tengah jalan.

Dalam hal ini kegigihan Anda untuk sukses akan mengarah pada perkembangan yang lebih besar. Anda mungkin pernah melihat dan mendengar kisah seseorang tentang gap year yang luar biasa menyenangkan, tetapi ingat kebanyakan orang terutama di media sosial hanya membagikan yang menyenangkan dan sangat jarang membagikan momen kesedihan.

Tetap Fokus dengan Tujuan

Bisa jadi gap year adalah keputusan yang tidak cocok untuk semua orang, tetapi jika Anda memutuskan untuk mengambil gap year, tetap fokus pada tujuan pendidikan Anda. Akan ada orang yang tidak setuju dengan keputusan Anda mengambil gap year, tetapi itu adalah keputusan yang benar dan Anda rasa tepat untuk diri Anda sendiri.

Tetap berpegang pada alasan Anda dan tulis rencana Anda. Jelaskan kepada mereka bahwa Anda telah memikirkan dengan matang keputusan yang Anda ambil dari semua aspek dan gap year adalah momen yang Anda jadikan untuk mengembangkan kemampuan diri Anda.

Anda mungkin akan menemukan kritik berat karena mengambil keputusan untuk gap year, tetapi ubah kritik tersebut menjadi sistem pendukung dan penyemangat diri Anda untuk terus berjalan maju. Atau daftar kuliah dengan instant approval sekarang di gokampus.com.